HSI 5.21 YA’JUJ DAN MA’JUJ BAGIAN 2

Halaqah yang ke dua puluh satu dari silsilah beriman kepada hari akhir adalah tentang Ya’juj dan Ma’juj bagian dua.

Ya’juj dan Ma’juj keluar setelah binasanya Dajjal.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewahyukan kepada Nabi Isa ‘alayhissalam:

sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku (yaitu Yajuj dan Majuj) yang tidak seorang pun bisa melawan mereka. Maka kumpulkan lah hamba-hamba Ku (yaitu kaum muslimin) ke Gunung Thur. (HR Muslim).

Jumlah mereka sangat banyak, ketika orang-orang yang di bagian depan melewati sebuah sungai dan meminumnya, maka yang berada di akhir tidak mendapatkan air tersebut, dan mengatakan; dahulu di sini ada airnya. (HR Muslim).

Manusia lari dari Ya’juj dan Majuj dan bersembunyi di benteng-benteng mereka, setelah banyak membuat kerusakan di bumi, maka Yajuj dan Majuj berkata kita telah membunuh penduduk bumi, maka marilah kita membunuh penduduk langit. Mereka pun mengarahkan anak panah mereka ke langit. Kemudian Allah Subhanahu Wa Taala mengembalikan anak panah mereka tersebut ke bumi dalam keadaan berlumuran darah. Mereka pun mengatakan kita telah mengalahkan penduduk langit. (HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah, sahih).

Yajuj dan Majuj mengepung Nabi Isa alayhissalam dan para sahabatnya di Gunung Thur. Akhirnya Beliau berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Taala maka Allah menurunkan ulat di leher-leher Yajuj dan Majuj. Maka meninggallah mereka dalam satu waktu. Kemudian turunlah Nabi Isa alayhissalam dan para pengikutnya dan mereka tidak mendapatkan satu jengkal tanah kecuali di situ ada bangkai Yajuj dan Majuj. Mereka pun meminta kepada Allah supaya Allah Subhanahu Wa Taala membersihkan, akhirnya Allah Subhanahu Wa Taala mengirimkan burung yang membawa bangkai-bangkai mereka. Kemudian Allah Subhanahu Wa Taala memberikan hujan yang membersihkan bumi. (HR Muslim).

Dalam hadits sahih yang lain, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

kaum muslimin akan menggunakan bekas busur anak panah dan tameng kayu Yajuj dan Majuj sebagai kayu bakar selama tujuh tahun.

Ini menunjukkan banyaknya jumlah Ya’juj dan Ma’juj.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ni, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan oleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *